Percaya atau enggak percaya tapi ini merupakan fakta, pikirkanlah matang-matang pada tanggal 8 Juli nanti, bacalah banyak artikel dan temukan fakta dan kebenarannya.
Repost dari notes teman di Facebook.
Kang Kombor bukan siapa-siapa. Kang Kombor hanyalah seseorang di antara serakan 230 juta jiwa penduduk Indonesia. Akan tetapi, Kang Kombor tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa Kang Kombor mencintai Amerika Serikat dengan segala kesalahannya dan menganggapnya sebagai tanah air kedua Kang Kombor.
Australia dikenal sebagai sheriff-nya Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik. Namun, belum pernah sekali-kali John Howard yang kepada George W Bush nginthil terus itu mengatakan bahwa ia menganggap/mempertimbangkan Amerika Serikat sebagai negara (tanah air) keduanya setelah Australia.
Bahkan, (ini imajiner Kang Kombor saja), Lee Kuan Yew yang konon lahir di Indonesia pun Kang Kombor yakini tidak akan pernah mengatakan bahwa ia menganggap Indonesia sebagai negara kedua bagi dirinya.
Tidak Megawati Soekarnoputri. Tidak pula Jusuf Kalla. Tidak Wiranto, tidak pula Prabowo Soebianto yang pernah ditawari untuk menjadi warga negara kehormatan di Yordania oleh Raja Yordania waktu itu. Tawaran yang tidak diterima oleh Prabowo Soebianto.
Ini bukan kampanye hitam atau kampanye negatif. Ini adalah fakta. International HeraldTribune pernah mengutipkan kalimat yang Kang Kombor kutipkan pada awal kiriman ini pada 8 Agustus 2003 lalu dari pidato Soesilo Bambang Yudhoyono ketika mengunjungi Amerika Serikat. Pada saat itu, SBY masih menjabat sebagai Menko Polkam.
Bertolak belakang dengan hal itu, Bung Hatta pernah mengutip sajak penyair Belgia, Rene de Clerq, yang dijadikan salah satu penutup pledoinya yang terkenal yang berjudul Indonesia Merdeka, 81 tahun yang lalu. Kutipan sajak itu adalah:
Hanya satu tanah yang bisa disebut tanah airku.
Ia berkembang dengan usaha, dan usaha itu adalah usahaku.
Kutipan sajak itu pula yang disitir oleh Tim Sukses SBY pada sebuah iklan media cetak (sumber: klik di sini). Sebuah usaha manis untuk mengubur pernyataan SBY pada tahun 2003 di Amerika Serikat. Usaha yang bisa menipu orang lain tetapi bukan Kang Kombor.

Pernyataan yang terjemahan bebasnya berbunyi “Saya mencintai Amerika Serikat dengan segala kesalahannya. Saya menganggapnya sebagai negara kedua saya.”, itu bukan pernyataan imajiner yang Kang Kombor buat-buat. Pernyataan itu Kang Kombor percayai benar-benar diucapkan oleh SBY di Amerika. International Herald Tribune mengutipnya pada 8 Agustus 2003. Al-Jazeera English mengutip pernyataan itu pada Juli 2004 saat menampilkan Profil SBY. GDS Publishing, sebuah penerbitan yang di bidang jurnal manajemen pada pasar-pasar paling berkembang di dunia juga mengutip pernyataan di International Herald Tribune pada sebuah artikel tentang SBY yang berjudul The right man for the job.
Bagi Kang Kombor, pimpinan tertinggi pemerintahan dan kepala negara di Indonesia ini haruslah seseorang yang nasionalis dan patriotis. Seorang yang nasionalis dan patriotis tentu tidak akan mengucapkan pernyataan yang tidak akan pernah dilupakan oleh sejarah itu. Pak Dirman yang ditandu dalam keadaan sakit dengan paru-paru hanya sebelah yang masih sehat tidak akan pernah mengatakan itu. Soekarno pun yang pada dekade akhir kehidupannya dipenjara secara politik dan sosial oleh Orde Baru pun tidak mengucapkannya. Tidak pula Sang Ratu Orde Baru pada saat lengser keprabon sampai akhir hayatnya.
Kang Kombor tidak menulis kiriman ini karena Kang Kombor anggota salah satu parpol pengusung pasangan capres – cawapres no.1. Tidak. Pada tahun 2004, Kang Kombor mencoblos Amien Rais – Siswono Yudohusodo pada putaran pertama dan tidak mencoblos pada putaran kedua. Walaupun tidak pernah masuk PAN, Kang Kombor pun mengajak orang-orang di sekeliling Kang Kombor pada 2004 itu untuk memilih Amien Rais karena saat itu Kang Kombor percaya Amien Rais orang yang hatinya lurus.
Sampai saat ini, Kang Kombor pun masih mengingat pernyataan itu. Kang Kombor pun masih mengajak orang-orang untuk memilih pemimpin yang nasionalis dan patriotis. Pemimpin yang tidak akan mengalahkan Pertamina demi Exxon Mobile karena cintanya pada Amerika Serikat dengan segala kesalahan negara super power itu menjelang kedatangan Condoleeza Rice. Pemenangan Exxon Mobile dalam tender pengelolaan Blok Cepu, sadar atau tidak, merupakan wujud sebuah cinta. Cinta pada Amerika Serikat.
Kang Kombor tidak akan bangga apabila nanti punya cucu dan Kang Kombor bercerita pada cucu Kang Kombor, “Kakek dulu pernah memilih Presiden RI, seorang yang menganggap Amerika Serikat sebagai negara keduanya.”
Catatan:
-semua potongan gambar berisi kutipan diambil dari taut yang berisikan kutipan pernyataan cinta amerika serikat itu.
-Banner salah satu kandidat di bawah adalah hanya untuk fasilitator semata untuk menaikkan traffic.






2 comments:
:-/
huaaa
iya tooooo
tapi ak emang terjepit di antara dua pilihan jk apa SBY
he
salam,
:-*
tapi pada akhirnya yang terpilih tetap SBY
wkwkwkwk
lanjutkan!!! :D
Post a Comment
TINGALKAN KOMENTAR ANDA PILIH EMOTICON DI ATAS :D